KOMUNIKASI ( 1 )
KOMUNIKASI
1. PENGERTIAN KOMUNIKASI
merupakan suatu proses penyampaian pesan dimana komunikator memberikan
pesan kepada komunikan baik verbal maupun non-verbal melalui suatu saluran (channel) kemudian pesan tersebut
mendapatkan tanggapan dari komunikan sehingga terjadi kesepahaman antara
komunikator dengan komunikan. Menurut Effendi (2004:5) menyatakan bahwa
komunikasi adalah proses penyampain suatu pesan oleh seseorang kepada orang
lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku,
baik langsung secara lisan maupun tak langsung melalui media. Komunikasi
berjalan dengan baik apabila terjadi saling pengertian antara 2 komunikator
dengan komunikan.
2. KOMPONEN
KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
A.
Komunikasi
Verbal
Adalah komunikasi yang
menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tertulis. Melalui kata-kata,
perasaan, emosi, pemikiran, gagasan dll bisa di ungkapkan. Bahasa verbal
merupakan sarana utama untuk menyatakan perasaan, pikiran, dan maksud kita.
Komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek, yakni: vocabulary (perbendaraan kata), racing
(kecepatan), intonasi suara, humor, singkat dan jelas, timing (waktu).
a. vocabulary
(perbendaraan kata)
komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan
dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Olah kata menjadi penting dalam
berkomunikasi verbal ini. Pergaulan, wawasan dan membaca sangat membantu
seseorang dalam memperbanyak vocabulary tersebut.
b. racing (kecepatan)
komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila
kecepatan bicara dapat diattur dengan baik. Kecepatan dalam berkomunikasi yang
baik adalah tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.
c. Intonasi
suara
Intonasi atau penekanan suara pada saat
berkomunikasi akan mempengaruhi arti pesan secara dramatic sehingga pesan akan
menjadi lain artinya bila di ucapkan dengan intonasi suara yang berbeda.
Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
Ras suku dan tempat kelahiran atau domisili seseorang akan sangat berpengaruh
terhadap intonasi suara saat seseorang tersebut berkomunikasi. Misalnya, orang
yang berasal dari Tapanuli atau Batak, Toraja, Ambon akan berbeda dengan mereka
yang berasal dari Solo, Yogyakarta, atau lainnya dalam berkomunikasi.
d. Humor
Komunikasi yang datar dan kurang berdaya humor
menimbulkan kesan kaku pada seseorang saat berkomunikasi. Komunikasi yang
diselingi dengan humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Para ahli
memberikan cacatan bahwa kounikasi dapat merupakan terapi karena dapat
menimbulkan tawa bagi pendengarnya.
e. Singkat
danJelas
Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara
jelas dan singkat. Sebaiknya pembicaraan langsung pada pokok pembicaraannya
sehingga lebih mudah untuk dimengerti. Pembicaraan yang bertele-tele dan tak
langsung kepokok permasalahan sering menimbulkan perasaan jenuh dan kadang
tidak menarik. Tetapi, walaupun demikian pada saat-saat tertentu pembicaraan
juga perlu penguraian, memerlukan waktu untuk pemahaman dan mengkondisikan
orang untuk penasaran menantikan kalimat berikutnya. Misalnya, dalam
menyampaikan kabar gembira, pengumuman lomba, menyampaikan hal yang pelik dan
menyedihkan, serta penyampaian pada orang yang dalam keadaan sakit.
f. timing
(waktu)
meminta kesediaan
atau waktu yang khusus dapat menimbulkan kenyamanan dalam berkomunikasi
dibandingkan dengan melakukan komunikasi di tengah kesibukan seperti pagi hari
dan saat waktunya istirahat atau tidur. Dengan menyesuaikan waktu yang tepat
saat menyampaikan informasi atau berkomunikasi orang yang menerima informasi
akan lebih mendengarkan atau memperhatikan apa yang disampaikan.
A.
Komunikasi
Non Verbal
Adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung.Menurut
Albert Mehrabian psikolog sekaligus pakar komunikasi Amerika menyebutkan bahwa
suara dan gerak tubuh merupakan unsur yang sangat penting dalam berbicara.
Suara gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama.
Untuk berbicara dengan baik, unsur nonverbal seperti gerak tubuh harus
diterapkan dengan baik.berikut adalah lima unsure non verbal yang sangat
berguna:
1.
Penampilan yang baik
seseorang menilai lawan bicaranya dalam waktu
yang sangat singkat sehingga kita harus memiliki penampilan yang berkesan.
Perhatikan mulai dari gaya rambut begitu juga dengan pakaian. Gunakan pakaian
dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara, dan presentasi.
2.
Selalu tersenyum
Senyum
memiliki daya untuk membuat hati yang melihatnya menjadi gembira dan akan
merambat kepada banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, biasakanlah
diri untuk sering tersenyum.
3.
Pupil mata yang
membesar dan tatapan yang stabil
Mata adalah jendela hati. Lewat mata kita bisa
menyampaikan isi hati dan membaca hati orang lain walaupun tanpa kata-kata.
Biasanya pupil mata akan membesar saat kita merasakan kebaikan lawan bicara dan
mengecil jika tidak. Tatapan yang stabil saat mengobrol juga sama pentingnya.
Siapa yang mau mendengarkan orang yang berbicara dengan mata tidak terfokus
atau menatap keluar pintu dan atap? Pendengar juga perlu merasa bahwa orang
yang sedang berbicara dengannya tertarik kepadanya. Dengan demikian, ia menyimak
ucapan orang tersebut.
4.
Sikap percaya diri
Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh percaya
diri. Jika anda sudah terbiasa memiliki sikap tubuh yang kurang baik, maka hal
ini harus segera diperbaiki.
5.
Gestur yang tepat
Gestur
tangan memberikan banyak makna bagi lawan bicara. Misalnya, tangan yang
mengepal untuk menunjukkan maksud yang kuat atau tangan yang bergerak kesegala
arah untuk mengarahkan pandangan. Gestur tangan yang baik biasanya
memperlihatkan telapak tangan dan bergerak kedalam keluar. Rajin berlatih di
depan kaca akan membuat anda menemukan gestur yang tepat dan terbiasa
menggunakan nya.
Komentar
Posting Komentar