APA ITU KEPUTUSAN??? ( 3 )

PENGAMBIALAN KEPUTUSAN PADA KLIEN

1 PENGERTIAN KLIEN

Komunikasi Kebidanan merupakandasardalammenjalankanperilakuprofesional di bidangKebidanan  khususnyadankesehatanpadaumumnya. Sejarah membuktikan sampai saat ini banyaknya pelanggaran etika komunikasi baik secara langsung maupun secara tidak langsung yang berakibat pada kelangsungan profesinya maupun pribadi seorang bidan selalu berpegang pada kode etik profesi pada setiap keadaan dalam menjalankan layanan public yang dapat menjaminkualitas.Peningkatanpengetahuandanteknologi yang sedemikian cepat dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula terhadap meningkatnya tuntuta masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan.Dalam berkomunikasi mempunyaikontraksosialdenganmasyarakat, yang berartimasyarakatmemberikepercayaankepadaprofesikebidanan untukmemberikanpelayanan yang dibutuhkan. Konsekuensi dari hal tersebut tentunya setiap keputusan dari tindakan kebidanan harus mampu dipertanggung jawabkan dan setiap penganbilan keputusantentunya tidak hanya berdasarkan pada pertimbangan ilmiah semata tetapi juga dengan mempertimbang kanetika.

2. ORANG-ORANG YANG DISEBUT KLIEN DALAM ASUHAN KEBIDANAN
            Orang-orang yang disebut pelanggan atau klien dalam pelayanan kebidanan adalah :
1.      Bayi baru lahir
2.      Balita
3.      Remaja putri
4.      WUS ( Wanita Usia Subur )
5.      PUS ( Pasangan Usia Subur )
6.      Pasutri ( pasangan suami istri )
Wanita pada masa pra-menopause, menapouse, dan pascamenopause

3. LINGKUP/BIDANG KONSELING KEBIDANAN
            1. Konseling pada anak-anak
Seorang anak membutuhkan bimbingan dan dukungan moral dan fisik dari keluarga yang juga akan mengatur cara pandang mereka. Karenanya hubungan anak dengan anak lainnya didasarkan pada keyakinan, presfektif, aturan dan nilai keluarga.memahami kebutuhan anak, sangat diperlukan dalam membantu menyikap perilaku emosional mereka. Anak-anak perlu merasa dihargai dan bangga terhadap diri sendiri. Jadi peran kita sebagi bidan terhadap konseling anak-anak adalah memahami bagaimana pola pikir mereka yang belum terlalu luas dan mengajari mereka tentang hal-hal kecil yang mana yang baik dan mana yang tidak baik. Karena diusia anak-anak terkadang mereka cepat menangkap apa yang didengar oleh mereka. 
            2. Konseling pada remaja
Remaja merupakan aset bangsa yang sangat menentukan bagaimana kualitas bangsa dimasa mendatang baik kualitas kepribadian, kesehatan, maupun pendidikannya. Saat ini masalah pendidikan dan kesehatan remaja menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan anggota masyarakat, bertanggungjawab terhadap permasalaha yang diadapi remaja. Untuk itu, peranan bidan sebagai konselor akan sangat membantu dalam penangan masalah remaja. Menjadi tugas bidan untuk memberikan bimbingan dan konseling sehingga dapat membantu meningkatkan derajat reproduksi remaja.
            Topik konseling remaja yang dapat diberikan bidan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      Remaja dan kesehatan reproduksi remaja
2.      Seksualitas
3.      Pengenalan organ reproduksi laki-laki dan perempuan
4.      Proses terjadinya kehamilan, kehamilan yang tidak dikehendaki, dan aborsi yang tidak aman.
5.      IMS dan HIV/AIDS
6.      Isu gender
7.      Narkoba dan zat adiktif
8.      Hubungan dengan pasangan sebelum dan sesudah menikah
9.      Kekerasan pada remaja
Bidan sebagi konselor melaksanakan konseling terhadap remaja yang bermasalah juga kepada keluarga sebagai orang tua, bertujuan antara lain:
1.      Mencegah upaya abortus provokatus
2.      Mendorong ibu ( remaja yang hamil ) untuk mencari pelayanan kesehatan
3.      Mempersiapkan kelahiran bayi secara normal
4.      Mempersiapkan ibu dan keluarga agar menerima kelahiran bayi
5.      Pada orang tua remaja, mendorong untuk diresmikannya pernikahan putra putrinya
3        .  Konseling pada ibu atau calon orangtua
Aktivitas konseling calon orangtua/menjad orangtua membantu pemahan diri untuk menjadi orangtua baik sebagai ayah maupun sebagai ibu. Ketika masuk masa transisi terjadi suatu gejolak yang dialami oleh individu walaupun sifatnya hanya sementara. Pada saat itu, individu merasakan adanya masalah yang harus dihadapi yang merupakan upaya adaptasi pada situasi yang alami.
Salah satu peran bidan ketika menghadapi klien adalah melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling kebidanan. Untuk memperjelas arah pembelajaran konseling kebidanan pada orangtua, perlu ada pemahaman terlebih dahulu tentang bagaimana menjadi orangtua, tanggungjawab suami sebagi kepala keluarga dan sebagai ayah dan tanggungjawab perempuan sebagi ibu dalam keluarga.
                        Masalah yang sering dihadapi keluarga antara lain :
1.      Kesehatan anggota keluarga, meliputi kondisi kesehatan ayah/suami,ibu/istri dan anak.
2.      Pendidikan, meliputi pendidikan formal dan non formal bagi anggota keluarga. Latar belakang pendidikan ayah dan ibu sangat berpengaruh terhadap pola pikir keluarga dalam menentukan pendidikan pada anaknya.
3.      Hubungan antara dan inter keluarga, sangat berpengaruh terhadap kehidupan keluarga terutama hubungan ibu dan ayah yang biasanya menjadi model bagi anak-anaknya. Hubungan ini menjadi pola perilaku anak dimasyarakat dan diluar keluarga. Hungan keluarga menjadi kurang harmonis karena ketidak samaan pandangan.
4.      Psikososial, masalah psikososial biasanya terjadi akibat terciptanya adaptasi dimasyarakat, terutama terhadap norma dan tata nilai yang berlaku dalam masyakat.
Bidan dapat memberi layanan konseling kebidanan pada calon pengantin, maupun pasangan baru yang akan masuk dalam kehidupan keluarga.

4. TIPE-TIPE/JENIS-JENIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.      Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidak sanggupan atau merasa tidak sanggup
2.      Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya; langsung diputuskan, karena keputusan tersebut diraakan paling tepat.
3.      Pengambilan keputusan yang terpaksa,karna segera dilaksanakan.
4.      Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-gesa.
5.      Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain yang bertanggungjawab.
6.      Pengambilan keputusan secara berhati-hati: dipikirkan baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan.
Tegaskan bahwa bidan bertujuan membantu klien dengan berhati-hati, bijaksana,serta mengambil keputusan yang didasarkan pada pengetahuan, fakta dan juga mempertimbangkan semua pilihan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Anatomi dan Fisilogi

Kel 6