Kel 6
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
a. Pengertian Komunikasi Interpersonal
Defenisi
komunikasi interpersonal menurut para ahli
1. Liliweri,
2007
Komunikasi interpersonal adalah
komunikasi yang dilakukan oleh dua atau tiga orang dengan jarak fisik diantara
mereka yang sangat dekat, bertatap muka atau bermedia dengan sifat umpan balik
yang berlangsung cepat, adaptasi pasien bersifat khusus serta memiliki tujuan /
maksud komunikasi tidak berstruktur.
2. Depkes
RI, 2002
Komunikasi interpersonal adalah
pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar manusia ( Individu ) secara
tatap muka ( Face to face ), individu dengan individu ( person to person ),
verbal – non verbal.
3. Saraswati
dan Tarigan ( 2002 ), Komunikasi interpersonal adalah
interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal.
A.
Tujuan
komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal dalam konseling merupakan
suatu action oriented, ialah suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan
tertentu. Tujuan komunikasi interpersonal dalam konseling bermacam – macam,
diantaranya :
1) Mengungkapkan
perhatian pada orang lain
Dalam hal ini bidan berkomunikasi dengan cara
menyapa, tersenyum, melambaikan tangan, membungkukan badan, dan menanyakan
kabar kesehatan klien.
2) Menemukan
diri sendiri
Artinya bidan melakukan komunikasi karena ingin
mengetahui dan mengenali karakteristik diri pribadi berdasarkan informasi dari
orang lain.
3) Menemukan
dunia luar
Dengan komunikasi ini, diperoleh kesempatan untuk
mendapatkan berbagai informasi yang actual. Misalnya saat bidan memberikan
informasi tentang program keluarga berencana sehingga klien dapat mengambil
keputusan yang tepat dalam mengikuti program KB.
4) Membangun
dan memelihara hubungan yang harmonis
Sebagai makhluk sosial, salah satu kebutuhan setiap
orang yang paling dasar adalah membentuk
dan memelihara hubungan baik dengan orang lain.
5) Mempengaruhi
sikap dan tingkah laku
Dalam prinsip komunikasi, ketika klien menerima
pesan dan informasi, dengan demikian klien telah mendapatkan pengaruh dari
proses komunikasi.
6) Menghilangkan
kerugian akibat salah komunikasi
Komunikasi interpersonal dapat menghilangkan
kerugian akibat salah komunikasi dan salah interprestasi yang terjadi antara
bidan dan klien.Mengapa?Karena dengan komunikasi interpersonal dapat dilakukan
pendekatan secara langsung, menjelaskan berbagai pesan yang rawan menimbulkan
kesalahan interprestasi.
7) Memberikan
bantuan
Dengan komunikasi interpersonal, maka bidan dapat
memberikan bantuan kepada klien yang memerlukan bantuan dengan tujuan membantu
klien memecahkan masalahnya.
B.
Pengaruh
pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1. Pemahaman
diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah
persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin
anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.
2. Pemahaman
diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan
saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.
3. Alasan
lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan
berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari
kliennya.
4. Bidan
perlu memahami bagaimana menghadapi kecemasan, kemarahan, kesedihan dan
kegembiraan klien. Bidan harus tau bagaimana dirinya sendiri bersikap, apakah
mudah cemas, mudah tersinggung, dan sebagainya sehingga ia tahu keterbatasan
diri sewaktu melayani klien.
5. Bidan
yang tidak memahami dirinya sendiri, kemungkinan akan sulit memahami apa yang
dialami klien, misalnya tidak sesuai dengan nilai – nilai yang dianut bidan,
bidan tidak akan dapat berkomunikasi dengan baik, karena kurang menerima klien
apa adanya.
Komentar
Posting Komentar